Yang Tak Karam


dan di antara jam dinding yang berdenting
menunggu waktu adalah harapan terakhir kita

kau sepasang lengan hujan
aku tanah remuk yang kau caci maki

meski badai mengempas dinding kapal di tengah lautan
aku tetap bersandar pada janjiku

aku siap tenggelam kapan pun
kapan pun tenggelam aku siap

aku percaya
selama aku dalam ingatanmu
aku pasti akan tiba diseberang

sebab penantian dan jarak
tak berarti apa apa dibanding luapan doa doa kecil yang tak terdengar dari sudut hatimu.

🚢 Phinisi, 2018

Comments

Popular Posts