yang terempas


aku teringat masa kecil
ketika pas bangun dini hari, ada tangan ibu yang membelai
saban pagi atau barangkali sore hari, aku sedikit lupa waktu persisnya yang mana, 
tersedia air beras untuk kucicipi, ibuku pernah mengatakan itu. 
dan tetanggaku juga bilang begitu
sesuatu
-yang mengalir dari bibirku hingga merasuk ke dalam hati.

aku mengingat masa kecilku
setiap nasihat yang diucap ibu dan ayahku, 
ibuku selalu bilang jadilah anak soleh yang 
berbakti pada ke dua orang tua. ayahku juga
menambahkan, nak, jadilah "orang". ayah 
selalu bangga pada anaknya yang selalu meraih prestasi.

baru kusadari
-yang membuatku tumbuh hingga kini adalah

karena
usaha dari kerja keras mereka
yang tulus dalam mencari rezeki halal
buat keluarga kecil kami.

kini
kutemukan album foto keluarga kecil kami di rumah nenek, 
waktu kecil dulu, aku tinggal di rumah orang tua ibuku yang kini sudah tiada.
kulihat kembali album yang sedikit berdebu,
kukibas dengan tangan kananku sambil meniup debu itu
kudapati foto ibu dan ayah sejak masih kuliah dulu
aku tersenyum kecut

sebab saat itu, aku tengah berjuang menggapai tangan 
pengasuh yang kukira adalah ibu,

aku rindu saat itu, ibu, aku selalu bermimpi
bisa menyambut ibu yang baru datang dari kota yang jauh.

cukup. sebetulnya aku hanya
ingin bilang,

Foto Ibu dan Ayah ketika meraih gelar sarjana di Untad, '98
aku masih menyimpan memori tentangmu
bukan hanya kenangan indah, tapi semua kenangan 
seperti saat ibu tengah menangis karena ayah
dan memori ketika ayah yang tengah berjuang 
mengantar ibu ke rumah sakit saat ibu sedang terkena 
asma di tengah malam yang tiada lagi suara suara 
selain lolongan binatang.

ibu, aku ingin tanya,
ibu baik baik saja sekarang?
ayah juga sehat, kan?

ibu dan ayah, rukun ya..
aku sudah hampir sarjana!
lihat aku memakai toga, ya..

aku cemburu, melihat temanku, Bu, Yah.. 
yang baru saja meraih gelarnya, hari ini.

25/05/17


Comments

Popular Posts