Sajak Pilu

M. Galang Pratama
Penantian

telah lama kau tak patrikan coretan jejak baru
yang memenuhi labirin-labirin hatiku
tidakkah kau lupa kalau aku menunggumu?
menanti setiap sayatan yang mengilu.

sebab sepi. akhirnya aku kembali memohon padamu
dengan sajak-sajak pilu;
tiada sisa, arang pun tak sempat jadi abu
tancapkan ujung pena itu tepat di dadaku
lalu kauteriakkan satu-per-satu untuk membunuhku.

jangan dalam sekali kau menusuknya,
nanti aku sulit mencabutnya
biarkan nafasku tetap mendesah
titipkan jeda pada setiap rima yang kaucipta.

                                                            Januari 2016

Comments

Popular Posts