Sebuah Karya

mgalangpratama95@gmail.com
M Galang Pratama
MgP


Sebuah Karya dari Anak Desa : Esai-Puitis
Mamuju, 14 Februari 2014

Sang Pemikir dari Desa Bambu
Muh. Galang Pratama (MgP)

Dia yang terlahir di Pulau endemik Anoa dan burung Maleo, di Kota yang menjadi jejak pas dilaluinya sang garis khatulistiwa                         
(Kota Palu, Sulawesi Tengah)

Dia tumbuh jadi remaja belia di Kota yang kini menyimpan aksi sejarah kerajaan besar atas perlawanan Sultan Hasanuddin                     
(Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan)

Dia yang tumbuh jadi seorang remaja tulen di daerah yang masih berumur belia, namun perkembangannya sangat luar biasa                       
(Provinsi Sulawesi Barat)

Dan kini, Dia tinggal bersama keluarga besarnya di suatu Desa yang melahirkan pemikir alam                          
(Desa Bambu, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju, Prov. Sulawesi Barat)

Di Desa ini, Dia banyak menemukan dan mempelajari ayat-ayat yang tersirat dari alam
Yang mengguncahkan jiwa dan raganya untuk bergerak secara universal
Walau gerakan itu, hanya berupa perlakuan alam pikir

Dia yang bertubuh kecil, tapi tak berarti jiwa dan hatinya ikut kecil

Dia yang kadang diam, tapi bukan berarti dia membisu akan masalah di sekitarnya

Walau Dia tak memiliki kebijakan tuk merubah bak pemerintah yang kini berperan sebagai “raja"

Tapi Dia yakin “atas nama Tuhan” jika dari coretannya ini, dia dapat merubah mindset dan paradigma  sang penggugah jiwa dan si pemilik kebijakan

Terhadap berbagai masalah yang kadang terabaiakan dari pinggir sebuah Kota

Bantulah si pemikir ini merealisasikan analisis pikirnya kepada suatu kebijakan yang merubah pola pikir

Dia sering bertanya,

Akankah sebuah Desa bisa berkembang, jika tak memiliki akses yang memadai terhadap keinginan jiwa-jiwa untuk melihat secara langsung apa yang kini dilakukan oleh wakilnya di Kota ?

Akankah sebuah Desa bisa maju, jika terkadang keinginannya yang di kirim melalui suara, hanya tersimpan rapi di draft-draft yang lusuh bahkan tak tau apa kabarnya ?

Akankah sebuah Desa dapat ikut merasakan globalisasi di dunia maya, jika signal selalu troubleshoot ?

Akankah sebuah Desa dapat menjadi subjek perekonomian, jika uang tak pernah tiba di tangan ?
Akankah sebuah Desa bisa bermanfaat memberikan pengaruh kepada Negaranya, jika kini desa hanya bisa di pengaruhi ?

Dan akankah di tahun ini, yang menjadi ajang terbesar buat kehidupan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, jika Desa hanya bisa memberikan suara palsu, atas ketidaktahuan yang merajalela dan membahana bak anak dungu yang taunya hanya berharap ?

Tanya ku, hening memikirkan…

#Buat wilayahku di Negara Republik Indonesia yang kucintai, dimanapun berada yang punya Desa-Desa.
شكراجزيلا 

Comments

Popular Posts